Assaalaamu'alaikum!
Halo semuanya! Sudah lama banget ya nggak nulis artikel. Rasanya kayak pensiun dua tahun aja... eh, maksudnya hiatus. 🤣
Nah, kali ini aku mau membahas sesuatu yang cukup berat, tapi semoga bisa bermanfaat buat para pecinta kucing yaw:3
Dan yaaa... artikel ini benar-benar based on experience.
Bukan buat nakut-nakutin, bukan juga buat mencari simpati. Aku cuma berharap, kalau ada satu orang saja yang membaca artikel ini lalu memutuskan membawa kucingnya lebih cepat ke dokter, mungkin cerita sedih yang aku alami tidak akan terulang lagi.
Siapa di Sini Pecinta Kucing? 🙋🏻♀️
Hayooo... ngaku!
Kalau sudah punya kucing pasti sering dielus, diajak ngobrol, dibeliin makanan favorit, bahkan ada yang tidurnya bareng 😂
Tapi, pernah nggak sih kita berpikir...
"Kalau suatu saat kucingku sakit, apa aku tahu harus melakukan apa?"
Jujur, dulu aku juga nggak tahu.
Sampai akhirnya virus yang satu ini datang...
Feline Panleukopenia.
Atau sering disebut panleu.
Virus Panleu Itu Apa Sih?
Kalau dijelaskan dengan bahasa yang gampang dipahami, panleu adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan saluran pencernaan kucing.
Yang bikin virus ini menyeramkan adalah perkembangannya yang sangat cepat.
Hari ini mungkin cuma terlihat kurang nafsu makan.
Besok mulai muntah.
Besoknya lagi bisa saja kondisinya sudah kritis.
Makanya penyakit ini nggak boleh dianggap remeh, layaknya remehan kripik.
Gejala Panleu yang Perlu Diwaspadai
Kalau kucingmu mengalami beberapa gejala berikut, jangan ditunda untuk diperiksa ke dokter hewan ya:
- Demam
- Tidak mau makan atau minum
- Muntah berbusa atau berwarna kuning
- Diare, bahkan bisa bercampur darah
- Badan lemas
- Tidur terus
- Tidak aktif seperti biasanya
Kalau sudah sampai muntah terus, tidak mau makan, dan hanya tiduran sepanjang hari, menurutku jangan menunggu sampai besok. Segera bawa ke Dokter Hewan!
Semakin cepat mendapatkan penanganan, semakin besar peluangnya untuk bertahan.
Apakah Kucing Indoor Bisa Terkena Panleu?
Jawabannya...
BISA. Bahkan sangat bisa.
Dulu aku juga berpikir,
"Ah, kucingku kan lebih sering di rumah."
Ternyata aku salah.
Virus bisa masuk dari banyak hal.
Misalnya ada satu kucing yang suka bermain di luar rumah, lalu pulang dan membawa virus tanpa kita sadari.
Atau... justru dari kita sendiri.
Iya, manusia juga bisa menjadi kendaraan virus.
Misalnya habis mengelus kucing liar, memegang benda yang terkontaminasi, atau alas kaki yang dipakai di luar rumah, lalu langsung berinteraksi dengan kucing di rumah tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
Ternyata penting banget beberes diri sebelum masuk rumah, atau sebelum menyentuh anabul tercinta.
Apakah Panleu Bisa Disembuhkan?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul.
Jawabannya...
Masih ada harapan.
Sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar bisa membunuh virus FPV.
Ntahlah, mungkin virus panleu ini mirip virus covid, suka memanipulasi imun? Ahaha, Ha.
Dokter biasanya memberikan terapi suportif seperti infus, obat anti muntah, antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder, vitamin, dan nutrisi agar tubuh kucing tetap kuat melawan virus.
Sekarang Aku Mau Cerita...
Nah...
Kalau tadi kita bahas teorinya, sekarang aku mau cerita kenapa aku sampai menulis artikel ini.
Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua ya!
Awalnya Aku Punya Lima Kucing...
Sebut saja mereka Moka, Moku, Mochi, Momo, dan Mumu.
Iya... semuanya huruf M. 🤣
Biar gampang manggilnya aja sebenarnya.
Waktu itu kehidupannya normal-normal saja.
Main => Makan => Kejar-kejaran => Tidur => Ulang lagi dari awal baris, wkwkw.
Nggak pernah terpikir kalau semuanya akan berubah hanya dalam hitungan hari.
Kami Mengira Moku Hanya Masuk Angin
Di antara semuanya, Moku lah yang paling sering bermain di luar rumah.
Pernah dikurung di rumah selama beberapa hari, dia pasti meong" meraung.
Suatu hari dia pulang, lalu besoknya muntah berkali-kali.
Karena masih awam, aku dan suami berpikir,
"Paling masuk angin."
Bahkan kami sempat melakukan hal" yang sekarang kalau diingat malah bikin geleng" kepala.
Kami mengoleskan minyak tawon di perutnya.
Menyuapi air minum yang dicampur minyak ikan.
Sampai memberi afirmasi pada Moku supaya lekas sembuh.
"Kalau mau main keluar, harus SEHAT dulu. Minum air yang banyak."
Ajaibnya, besoknya Moku terlihat sehat lagi.
Mau makan => Aktif => Main lagi.
Karena merasa sudah sembuh, kami mengizinkannya bermain di luar lagi.
Padahal waktu itu kami belum tahu..
Kemungkinan besar, virus itu sudah ikut masuk ke dalam rumah.
Kesalahan yang Masih Aku Sesali Sampai Sekarang
Di hari yang sama, Mumu mulai muntah berbusa.
---[Foto di HP satunya dan sedang bermasalah, maaf:']---
Kami kembali berpikir,
"Ah... nanti juga sembuh sendiri. Kemarin Moku juga begitu."
Dan keputusan itulah yang sampai hari ini masih aku sesali.
Karena keesokan harinya...
Mumu pergi untuk selamanya, tepat di Hari Idul Adha lagi. Gimana nggak masih lemes.
Jujur, aku sempat menyalahkan diriku sendiri.
"Kenapa tidak langsung ke dokter? Padahal kan waktu itu kami ada di rumah."
Jawabannya sederhana,
Kami takut biaya klinik hewan mahal.
Kami bukan orang berada.
Kami khawatir uang tabungan tidak cukup.
Dan ternyata, penyesalan memang selalu datang belakangan.
Sejak Hari Itu, Aku Berjanji Tidak Mau Mengulang Kesalahan yang Sama
Belum selesai berduka karena kehilangan Mumu, malam harinya Moka mulai muntah.
Besok paginya Moka tidak mau makan, begitu juga dengan Momo.
Karena belajar dari pengalaman sebelumnya, Kami tidak mau kehilangan lagi.
Dengan tabungan seadanya, kami akhirnya membawa mereka ke klinik hewan.
Dan hasilnya...
Positif Panleukopenia.
Rasanya seperti dunia berhenti beberapa detik.
Tapi justru, sejak hari itu aku belajar satu hal.
Kadang biaya dokter memang terasa berat.
Namun penyesalan karena terlambat bertindak jauh lebih berat.
Akhirnya... Gimana Nasib Mereka? 🥹
Nah, mungkin ada yang penasaran.
"Terus gimana kak? Kucing-kucingnya sekarang?"
Alhamdulillah... setelah melewati drama yang bikin jantung hampir copot tiap hari, akhirnya satu per satu mulai menunjukkan perkembangan.
Si Moka yang awalnya cuma tiduran, nggak mau makan, harus disuapi terus, akhirnya mulai mau makan sendiri. Awalnya sih cuma WetFood sedikit". Tapi ya Allah... lihat dia mau makan sendiri aja rasanya pengen nangis bahagia 🥹
Beberapa hari kemudian, dia mulai mau makan dry food lagi, minum sendiri lagi, bahkan udah mulai keliling rumah kayak biasanya. Dalam hati aku cuma bisa bilang,
"Alhamdulillah... anak ini balik lagi."
Kalau si Mochi, Alhamdulillah juga masih ketahuan di tahap awal. Jadi setelah diperiksa dokter, dikasih suntikan injeksi dkk, dikasih obat, lalu dirawat di rumah, kondisinya pelan-pelan membaik.
Nah... yang paling bikin deg-degan itu si Momo.
Awal cek di Klinik sih masih gamau nafsu makan, setelah pulang dari sana kok malah muntah berbusa, disuapi pun juga sering dimuntahkan...
Akhirnya besok paginya kami sepakat untuk Momo dirawat inap saja.
Jujur ya...
Awalnya kami mikir berkali-kali.
"Beneran mau dirawat inap?"
"Soalnya biayanya pasti nggak murah..."
Tapi setelah kehilangan Mumu, kami nggak mau ambil risiko lagi.
Bismillah aja.
Yang penting anak ini punya kesempatan buat sembuh.
Dan benar aja...
Sekitar seminggu dirawat di klinik, total biayanya kurang lebih Rp1 jutaan. Lumayan bikin dompet diet 😂
Tapi kalau dibandingkan sama nyawa mereka? Nggak ada apa-apanya.
Dan Alhamdulillah...
Momo akhirnya boleh pulang.
Waktu lihat dia keluar dari klinik, rasanya legaaaa banget!
Kayak beban yang selama ini dipikul akhirnya sedikit demi sedikit mulai menghilang.
Berapa Lama Sih Recovery Panleu?
Nah, ini juga banyak yang nanya.
Jawabannya nggak bisa disamaratakan ya, karena tiap kucing beda-beda.
Kalau berdasarkan pengalamanku...
🐱 Yang dirawat di rumah sekitar 7 harian baru mulai mau makan sendiri lagi.
🐱 Yang dirawat inap di klinik juga sekitar 7 hari sampai dokter memperbolehkan pulang.
Kalau dihitung sampai benar-benar pulih dan aktif kembali seperti sebelum sakit, kurang lebih sekitar 7–14 hari.
Prosesnya kurang lebih seperti ini untuk Moka & Momo (di sini kucampur ya) :
- Lemas, Ganafsu makan, Momo sampai muntah berbusa
- Masih lemas, Masih tidak nafsu makan, tidak muntah lagi
- Masih tidak mau makan, tidak muntah, Moka mulai gerak muterin rumah
- Tidak muntah lagi, Moka mulai banyak gerak, mulai nafsu makan WetFood sendiri, Momo diare berdarah segar cair encer
- Moka mulai segar kembali dan mau makan WetFood sendiri, Momo masih lemas badan (puncak kritis virus Panleu pada Momo)
- Moka mulai membaik, Momo mulai mau makan sendiri (sembuh dari masa kritis)
- Moka dan Momo mengalami perkembangan membaik
- Momo dijemput dari klinik (dinyatakan sembuh dari masa kritis dan lanjut recovery di rumah)
Percaya deh, perkembangan kecil kayak gitu aja bisa bikin hati seneng banget. 🥹
Kalau disuruh pilih,
Mending RAWAT INAP atau RAWAT JALAN ya?
Tergantung kondisi. Selama:
- Tidak muntah berbusa
- Makan/minum yang disuapi masih masuk banyak pada kucing
- Punya waktu hampir 24 jam untuk merawat kucing
Maka lebih baik RAWAT JALAN.
Mengapa? Karena kasih sayang dari babu ke majikannya sangat diperlukan di sini.
Selain kucing dapat dukungan medis, ia juga dapat dukungan emosional yang sangat besar perannya dalam penyembuhan melawan virus panleu ini.
Namun, jika salah satu dari 3 poin tersebut terjadi, lebih baik RAWAT INAP.
Mengapa? Karena asupan nutrisi sangat penting bagi kucing. Jika yang masuk dalam tubuh kucing saja kurang cukup maka bisa terjadi kematian. Lebih baik diRAWAT INAP.
Dari lima kucingku...
Empat berhasil sembuh.
Moku. ❤️
Moka. ❤️
Mochi. ❤️
Momo. ❤️
Tapi...
Mumu nggak bisa diselamatkan.
Sampai sekarang, kalau lihat foto-fotonya, masih suka kepikiran.
"Coba waktu itu langsung dibawa ke dokter..."
"Coba waktu itu kami nggak menganggap dia cuma masuk angin..."
Tapi ya... penyesalan memang selalu datang belakangan.
Sekarang aku cuma bisa menjadikan kejadian itu sebagai pelajaran.
Kalau ada kucing yang tiba-tiba muntah, lemas, atau nggak mau makan, aku nggak akan bilang lagi,
"Ah... paling besok juga sembuh."
Karena aku tahu, kadang terlambat beberapa jam aja bisa membuat semuanya berubah.
Pelajaran yang Paling Berharga
Kalau ada satu hal yang ingin kusampaikan melalui artikel ini, mungkin ini.
Jangan menunggu sampai kucing benar-benar kritis baru mencari pertolongan.
Kalau instingmu mengatakan ada yang tidak beres, lebih baik periksa.
Semoga ternyata hanya sakit ringan.
Daripada menyesal karena terlambat.
Buat Kamu yang Lagi Berjuang ❤️
Kalau sekarang kamu lagi baca artikel ini sambil nemenin anabulmu yang kena panleu...
Peluk jauh dulu sini 🫂
Aku tahu kok rasanya.
Menangis, nyuapin pakai spet, bersihin muntah, bersihin pup.
Sampai tiap bangun tidur langsung lihat kandang dulu,
"Hari ini gimana ya kondisinya?"
Capek? Banget. Sedih? Apalagi.
Tapi jangan nyerah dulu ya.
Selama dokter masih bilang ada harapan, ayo kita temenin mereka berjuang.
Semoga anabulmu segera melewati masa kritisnya, mulai makan lagi, mulai lari-larian lagi, dan kembali bikin rumah berantakan seperti biasanya 🤣❤️,
Aamiin ya Rabbal'alamiin 🤲🐾
- Minyak Ikan Kapsul (bisa dicampur air, tapi dibocorin dulu kapsulnya)
- Oral Syringe 3 ML (alat buat nyuapi kucing)
- WetFood Kucing pilih yg Digestion (Makanan Basah), yg mendukung penyembuhan pencernaan kucing (Virus Panleu lebih sering menyerang sistem pencernaan kucing)
- DryFood Recovery Kucing (Makanan Kering), pertama kali Momo makan setelah sekian lama diinfus
- Pet Nutrition Gel (diberikan tiap 2 ruas jari perkucing tiap hari), untuk menambah nutrisi
- Imboost Kids 45 ML yg sirup (diberikan tiap 1 ML perkucing perminggu), saran dari bbrp orang sekitar untuk mensupport penyembuhan kucing
- Underpad, alas kandang kucing yg sedang sakit dan buat pup/pee di tempat
- Disinfektan, sangat penting untuk membersihkan tempat yang terkena virus panleu sampai tuntas


.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
